Sabtu, 15 Mei 2010

Mempelajari si buah hati

Terkadang orang tua lupa bahwa buah hati mereka telah menjadi remaja tumbuh dan dewasa. Maka diperlukan cara yang berbeda pula dalam menghadapinya. Jangan selalu menganggap mereka anak kecil dimata anda hargailah meskipun hal kecil dari apa yang mereka telah capai jangan mencela apapun hasilnya tetapi dorong anak anda untuk terus berkarya dengan bekerja keras untuk mencapai tujuan tersebut.

Tetapi ketika pilihan anda dan si buah hati bertolak belakang cobalah untuk berdiskusi INGAT TANPA EMOSI MAUPUN MENEKAN, ajarkan anak anda realistis. Example: anda meminta buah hati anda mengambil fakultas kedokteran karena anda tahu bahwa anak anda mampu dibidang tersebut tetapi buah hati anda ingin mengambil seni fotografi, disini kebijakan anda sebagai orangtua ditunjukan ambilah jalan tengah. Semisal membiarkan anak anda mengambil kursus fotografi dan meminta dia mengambil jurusan kedokteran. Keberhasilan seorang anak juga bergantung dari orangtuanya, tetapi tak jarang semakin anak beranjak dewasa semakin sering pula konflik itu terjadi.

Banyak orangtua yang memaksakan kehendaknya tanpa diimbangi komunikasi yang memadai dengan si anak. Perlu diketahui juga bahwa karakter anak merupakan pembentukan orangtua. Jadi jangan pernah sepenuhnya menyalahkan si anak apabila ia menjadi bukan seperti yang anda harapkan. Mencegah hal itu semua terjadi lebih mudah ketimbang anda harus memperbaiki kesalahan.

Di dunia ini tak ada satu anakpun yang tidak berharap orangtuanya dapat menjadi teman yang ramah baginya. Sayang banyak orangtua lebih memandang sepela hal tersebut dengan menitipkan anak mereka dengan pembantu / baby sitter. Itu merupakan kesalah utama dan pertama bagi orangtua. Memang diakui pada masa seperti ini perempuan dituntut pula untuk mandiri bekerja dan menacari nafkah bersama suami. Namun, alangkah baiknya apabila kedua orangtua menyempatkan waktu untuk sekedar sharing dengan anak mereka, mengajarkan beberapa hal tentang kehidupan sebagai pemantapan bekal kehidupan mereka.

Beri buah hati anda tugas sesuai dengan batasan usianya sehingga kelak ketika mereka beranjak dewasa mereka tidak lagi canggung dengan apa yang harus mereka kerjakan dengan mengesampingkan “seberapa besarpun anda sanggup membayar orang lain untuk melakukan hal tersebut”. Tanamkan kemandirian anak sejak dini karena tak selamanya anda akan berada di samping putra-putri anda. JANGAN PERNAH MANJAKAN MEREKA DENGAN SEGALA FASILITAS ANDA!

Terkadang pemberian privasi terhadap anak dapat menjadi media belajar baik bagi anak anda untuk menjadi pribadi yang mandiri. Example, sejak usia balita berilah anak anda ruangan pribadi dimana ia bertanggung jawab terhadap kamarnya tersebut. Untuk usia 2 tahun mungkin anda dapat mengatakan “adik, ini kamar adik, adik harus jaga jangan di buat kotor ya... kalau kotor temannya ku-man..” dengan begitu setidaknya memori anak anda telah terangsang bahwa kebersihan itu adalah penting.

Ketika buah hati anda semakin tumbuh dan semakin mengenal lingkungan sekitarnya dan bermain bersama teman-temannya, jangan lupa mulai menerapkan batasan-batasan pergaulan itu TANPA bersifat otoriter maupun overprotect terhadap mereka karena justru dengan anda melakukan sifat otoriter dan berlebihan dalam protect anak anda itu akan membuat hubungan anda dan buah hati merenggang. Ikuti pola pikirnya dan dan sesuaikan dengan kaidah pondasi agama yang kuat. Agama merupakan pondasi kokoh untuk anda maupun anak anda berpegang teguh di dalam kehidupan ini.

Tekankan 3 konsep utama agama tentang kehidupan terhadap anak anda yaitu :
- Vertical keatas : berarti hubungan pribadi dengan Tuhan
- Horizontal : berarti hubungan pribadi dengan sesama
- Vertical turun : berarti hubungan pribadi dengan alam dan sekitarnya

Dan seimbangkan hubungan keseluruhan 3 konsep tersebut di dalam kehidupan sehari-hari. Tak perlu rumit anda dapat saja mengajak anak anda menanam tanaman bersama ketika liburan dan memberitahunya bahwa segala yang ada baik di langit maupun bumi adalah ciptaan Tuhan agar kelak ia pandai bersyukur. Dapat pula secara sederhana anda mengatakan kepada si buah hati “adik, coba lihat rumah kita bersihkan?? nyaman tidak di tinggali?? Itu sebabnya kamu harus menjaga kebersihan..kebersihan itu sebagian dari iman. :)”

Hal-hal sederhana tetapi sangat berati bagi tumbuh kembang buah hati anda. Kepedulian anda masa depan mereka dan didiklah mereka sejak dini mengikuti masa dan pola pikir mereka.

NB : bagi orangtua yang sibuk dengan segala urusan pekerjaan satu pertanyaan mengenai anda.
"Anda bekerja untuk anak atau untuk kepuasan ego menjunjung prestise...?"

Oleh : Rarasati

2 komentar:

  1. tulisan rara sudah bagus dan sangat bagus. bisa dikirim ke ayahbunda. mungkin akan menjadi tulisan yang menarik.
    hanya rara perlu melihat dengan teliti tulisannya, masih ada yang berantakan huruf-hurufnya

    BalasHapus
  2. :D terimakasih.. maaf kalau memang belum sempurna.. masih taraf belajar..

    BalasHapus